![]() |
| tribunnews.com |
5 September 2018, Adalah mimpi buruk terbesar sektor ekonomi Indonesia. Bagaimana tidak, nilai tukar rupiah terhadap US$ terus-menerus melemah hingga akhirnya mencapai angka Rp. 15,140/US$, yang sekaligus menjadikannya sebagai kurs terburuk dalam sejarah per'ekonomian Indonesia.
Tapi ternyata, pelemahan nilai mata uang itu bukan hanya terjadi di Indonesia saja loh! Pasalnya, faktor yang menyebabkan pelemahan mata uang di seluruh negara adalah faktor eksternal, yaitu Perang Dagang US-Tiongkok. Yang satunya adalah negara dengan persentase ekspor terbesar di dunia, yang satunya lagi adalah negara pusat ekonomi dunia. Dan sekarang mereka berdua saling memberi pajak besar terhadap seluruh barang yang diekspor dari kedua belah pihak. Lalu imbasnya, seluruh mata uang negara di dunia pun ikut melemah.
Pihak yang akan menderita dari Perang Dagang tersebut adalah para wirausahawan, karena harga mengimpor barang semakin hari kian mahal, mengakibatkan harga produksi menjadi bertambah dan akhirnya mereka harus menaikkan harga jual agar tidak rugi. Ujung-ujungnya, masyarakat'lah yang menderita hebat karena harga barang semakin mahal.
Sebenarnya, terdapat 2 Cara Simpel Menstabilkan Mata Uang Rupiah Yang Melemah, apa sajakah itu? Simaklah!
1. Menekan Penggunaan Valuta Asing(US$) Dan Memaksimalkan Pengunaan Rupiah
Dengan meminimalisir penggunaan USD dalam perdagangan dalam negeri, dapat menguatkan nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut telah diberlakukan oleh Bank Indonesia (BI) sejak 2 tahun terakhir.
Itu karena banyak sekali perusahaan-perusahaan lokal yang meminta pelunasan dengan melalui valuta asing, sebagai contohnya adalah Pertamina yang menagih utang PLN dengan USD, atau Perindo II yang masih sering memakai valuta asing sebagai alat pembayaran. Hal tersebut dapat langsung mengakibatkan kurs dollar kian meninggi.
Oleh karena itulah, selalu pakai Rupiah saat ingin bertransaksi apapun di dalam negeri!
2. Kurangi Impor Bahan Pokok
Akitivas impor membutuhkan biaya US$ dalam jumlah yang banyak. Bila impor kian membesar maka penggunaan US$ akan semakin membesar, dan akan membuat nilai rupiah menjadi semakin melemah.
Sebaiknya barang-barang impor yang bisa diproduksi di dalam negeri seperti daging ayam, daging sapi, gula, garam, beras, pangan seharusnya bisa dimaksimalkan dalam negeri.
Bila semuanya serba impor, padahal bisa memproduksi sendiri, sampai ratusan tahunpun nilai Rupiah tidak akan bisa menguat!
Kesimpulan
Walaupun 'simpel', bukan berarti itu semudah membalikan telapak tangan. Kita tahu bahwa pemerintah pun sudah mati-mati'an menjaga kestabilan nilai tukar rupiah kita.
Bila Indonesia mampu mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusianya untuk industri barang dan jasa, serta mampu berkompetisi di pasar dunia maka otomatis nilai rupiah naik dan bisa menjadi mata uang utama negara-negara di dunia, karena semua negara butuh Indonesia. Bila tidak, maka kondisi mata uang rupiah sulit stabil dan tiap waktu terus melemah.

No comments