Racun Yang Kadaluarsa: Apakah Semakin Beracun?

Share:
Minggu pagi, ketika sedang asyiknya berselancar di sosial media favorit saya, Saya menemukan sebuah postingan yang sangat menarik, konyol, dan bikin mindblowing. Dalam postingan tersebut berisikan salah seorang anggota di grup Ensiklopedia Bebas yang bernama Roberto Dijarno, menanyakan apa yang terjadi apabila kita mengkonsumsi racun yang sudah kadaluarsa, apakah efeknya akan semakin beracun?


Racun Yang Kadaluarsa: Apakah Semakin Beracun?

Lalu setelah saya tanyakan kepada seorang Toxicologist atau sebutan lainnya adalah Ahli Racun, beliau menjawab semuanya dengan lengkap dan singkat. Simaklah..
"Itu tergantung dari jenis racunnya dan dimana disimpannya.
Banyak sekali racun-racun organik seperti insektisida dan herbisida yang terurai karena kadaluarsa dan akhirnya tidak beracun lagi. Keduanya jadi tidak beracun lagi, dan artinya kita butuh dosis pemakaian yang lebih besar, tapi kita juga perlu menunggu 1 tahun setelah tanggal kadaluarsa agar racunnya hilang sama sekali.
Ada juga jenis racun organik yang kadaluarsa dengan alasan yang berlawanan dari sebelumnya. Racunnya kadaluarsa, tapi mereka kadaluarsa menjadi zat yang lebih beracun lagi. Kita kasih contohnya saja beberapa herbisida yang perlahan-lahan hancur dan memproduksi dioxane baru, ada juga jenis pestisida yang kadaluarsa setelah bersatu dengan air dan akhirnya memproduksi sebuah gas yang dapat menganggu saraf. Kita bisa dengan mudah mengetahui jenis racun tersebut karena tanggal kadaluarsanya sangat sebentar dan juga tercatat dengan dua tanggal: tanggal kadaluarsa dan umur simpan setelah racun dibuka.
Tapi racun anorganik seperti air raksa dan arsenik tidak kadaluarsa dengan cara seperti itu. Mereka mempunyai tanggal kadaluarsa karena mereka menyedot kelembapan udara dan akhirnya dibentuk secara kimia. Itu artinya mereka semakin susah digunakan dan juga butuh waktu yang lebih lama. Mungkin akan butuh waktu lama untuk membunuh seekor hewan. Tapi ironisnya, zat kimia dari arsenik ternyata lebih mematikan dan korosi hanya memakai dosis yang sangat kecil.
Jadi jawabannya adalah, bisa menjadi tidak beracun, bisa juga menjadi semakin beracun, tergantung dari jenis racunnya. Tapi intinya adalah, racun tetaplah racun."

No comments